Sunday, August 13, 2017

Backpacking Bali : Nusa Penida plus Itinerary

Hai! Kali ini aku dan sahabat aku bereksempatan liburan ke Bali selama 4D3N, ini liburan ternyantai banget, ternyaman banget, termager banget. Jadi itinerary aku bikin se simple dan se fleksibel mungkin, aku sama temenku nggak suka liburan yang buru-buru dan gak enjoy the moment. So lets check this out :

26 Juli 2017 :

Flight malam ke Denpasar dari Soekarno-Hatta, aku pilih flight malam soalnya paginya aku kerja dulu huhu. Janjian sama temen aku di bandara.

Cost:
Tiket damri : 40rb
Pesawat Jkt-Dps PP : 1.2Jt

27 Juli 2017 :

Tengah malam sampai di denpasar, dan aku naik grab ke kosannya temen aku.
Dan paginya kita melancong ke Kuta untuk beli nasi pedas bu andika, beli tiket kapal ke nusa penida di pantai sanur. Jadi kalau kamu mau nyebrang ke nusa penida, kamu beli tiket di pantai sanur, yang ada warung mak bengnya. Dari warung mak beng jalan sedikit belok ke kiri ada stand stand gitu banyak nah tinggal pilih deh mau naik kapal yang mana. Aku sih kemarin naik kapal dwi manunggal PP.  Setelah dapat tiket aku sama sahabat aku langsung beli oleh-oleh ke krisna (mumpung uang masih banyak) haha. Mampir seminyak untuk makan yoghurt dan belanja-belanja. Kita tadinya mau ke uluwatu tapi ternyata cuaca tidak mendukung untuk nonton tari kecak. Jadi yaudah lah ya.



Cost :
-          Grab car Ngurah Rai – Jimbaran : 70rb
-      Penginapan + motor : 200K (ini nginep di kosannya temen aku guys dan dikasih motor juga buat keliling)
-          Tiket PP Sanur – Nusa Penida : 200rb

28 Juli 2017 :

Jam 11.00 waktu bali kita nyebrang ke Nusa Penida, perjalanan kurang lebih 30menit aja udah sampai ke Nusa Penida, setelah turun dari dermaga Toyapakeh banyak yang nawarin sewa motor atau mobil, aku langsung pilih motor dan meluncur ke homestay aku di kawasan Toyapakeh juga, kira-kira 10 menit dari pelabuhan. Selama di nusa penida aku tinggal di Jero Rawa Homestay. Tempatnya bagus banget asri, pemiliknya friendly banget lah pokoknya. Setelah taruh barang-barang di homestay aku dan sahabat aku lanjut ke Pura Goa Giri Putri, ini puranya terletak di bawah goa gitu guys, setelah mampir kesana kita mutusin untuk makan siang, di tempat makan yang viewnya itu bagus banget, well semua tempat makan di Nusa Penida itu viewnya bagus sih. Nah disaster is happening! Kita mencoba untuk pergi ke rumah pohon tapi berujung kita keliling satu pulau, karena WAZE nya gajelas banget asli. Kita udah desperate akhirnya pergi ke pantai atuh, dengan kondisi itu udah sore banget dan fail dapetin sunset karena ketutup kabut. Well, jangan diharap perjalanan di nusa penida itu gampang ya, jadi selain tidak ada lampu kalau malam hari, disini juga enggak ada penunjuk arahnya. Masih minim banget, jadi bertanyalah kepada orang-orang disekitar sana. Dan ngomongin masalah medan jalannya, waduh ampun banget deh ya. Saya enggak rekomendasi untuk kamu-kamu yang enggak terlatih naik motor matic, just because jalanannya itu parah, literally batu semuanya, saya merasakan nyusruk, hampir nyusruk dan hampir nabrak. Jalannya naik turun dan batu semua menuju pantai atuh. Dan di pantai atuh kita juga mesti turun tangga yang jaraknya tinggi, ya turunnya fine aja sih tapi naiknya. Aduh ampun deh..

 Sebelum turun ke pantai Atuh


 View Tempat Makan Siang Kami

 Pantai Atuh


Me and Nadia

Cost :
Grabcar Jimbaran – Sanur : 40rb
Sewa motor + Bensin : 170rb
Homestay : 280rb/2 persons
Masuk tiket pantai atuh + parkir : 15rb

29 Juli 2017

 Kita hari ini bangun pagi dan mengatur strategi, kita tanya ke pemilik homestay tempat mana yang paling worth untuk di kunjungi, dan it goes to Pasih Uug/Broken Beach dan angel’s billabong. Okay berbekal bensin dan GPS kita meluncur ke broken beach, perjalannya ini lebih mudah jika dibandingkan ke pantai atuh yang turunan dan tanjakan serta belokan yang tajam. Kita berangkat dari homestay jam 9, sekitar jam 10.30 sampai ditujuan. Kalau dari parkiran spot pertama yang bakal dilihat adalah angel’s billabong, jadi kalau yang gak jago-jago amat berenangnya jangan coba-coba ya karena bisa hanyut  ke laut lepas, oh iya dan disini hanya ada 1 warung, jadi persiapkan perbekalan kalian yes. Kurang lebih beberapa meter jalan kita ketemu deh sama broken beach, asli ini bagus banget sih. Kayak video-video di youtube Cuma lebih bagus hehe. Setelah mulai ramai sama pengunjung kita langsung balik lagi ke toyapakeh untuk makan siang, di salah satu restaurant vegan gitu, setelah beres makan kita balik lagi ke homestay untuk ambil barang dan check out. Dan dilanjutkan ke pelabuhan toyapakeh, btw kan disini tuh kayak pulau kecil gitu ya, jadi motor yang kita sewa ini langsung aja gitu ditaro dipinggir dermaga soalnya mereka kayak udah hafal siapa yang punya motor. Aneh tapi nyata. Habis itu langsung deh nyebrang dari Penida ke Sanur, dan omg itu mau hujan dan anginnya kenceng banget di dalem kapal aku cuma bisa diem aja.
Setelah sampai di sanur, kita masih kenyang sih tapi penasaran banget sama warung mak beng, jadilah kita makan disitu dan ternyata enak banget. Dan must try sih. Rosi Approved. Balik ke kosan kita bersih-bersih dan memutuskan untuk jalan ke legian untuk ya you know what lah ya, melihat sisi lain Bali.

 Angel's Billbong



Broken Beach!!

30 Juli 2017 :
Its time to go back to jakarta! Sedih dan senang sekaligus. See you again Bali!

Little bit tips :
  • 1.     Jalanan di nusa penida  selain jalan utama itu tidak terlalu bagus, masih kadang berpasir, jadi usahakan jangan datang saat musim hujan
  • 2.    Setelah jam 7 malam itu semua aktifitas berhenti, kecuali tempat makan. Pom bensin, tutup, dan jalanan tidak ada penerangan
  • 3.     Kalau kamu perempuan dan fisik kamu lebih kuat dari saya, silahkan naik motor keliling nusa penida tapi kalau kamu cewek haha hihi dan nggak mau capek silahkan sewa mobil. Banyak kok sewa mobil plus driver saran saya sih mendingan ramean atau ajak wisatawan lain pas kalian lagi di kapal supaya lebih murah
  • 4.     Tidak semua penduduk di nusa penida bisa bahasa indonesia
  • 5.   Di bali, masih haram menggunakan transportasi online kecuali di Kuta/Legian/DPS bahkan di bandara harus kucing-kucingan sama drivernya.

HSE AC DAN HSE NON AC

Saya seorang sarjana kesehatan masyarkat, dengan konsentrasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja.  Saya memilih konsentrasi tersebut karena menurut saya pekerjaan tersebut sangat masuk diakal saya, dan sangat cocok dengan kepribadian saya.

Setelah lulus dari FKM Undip, tak lama saya bekerja di salah satu perusahaan kontraktor swasta menjadi QHSE (quality, health, safety, environment) Staff di head office. Menurut saya tugas saya di kantor, saya lebih mengarah ke manajerial dan sistem. Bagaimana membuat sistem berjalan dan bagaimana cara me-manage teman-teman safety officer di lapangan, banyak juga pengurusan izin, pemenuhan peraturan perundangan yang harus saya urus, belum lagi saya juga harus inspeksi dan terkadang menginduksi tamu yang datang. Menurut saya, pekerjaan saya sama dengan safety officer di lapangan, hanya saja mereka tidak harus pindah dari satu tempat ke tempat lain, menelfon safety officer lain untuk menanyakan keadaan dilapangan, mengurus perizinan mengenai K3LH, membantu officer lain jika sedang di audit oleh pihak owner, membuat CSMS, dan masih banyak hal lainnya.


aanwizing pertama saya

Di kantor saya tidak mendapatkan pelaksanaan teknis dilapangan sesungguhnya, mengenal proses pembuatan jalan dari mulai mobilisasi, clearing, sampai dengan finishing. Saya tidak paham benar teknis pekerjaan konstruksi di lapangan, jika sedang membuat HIRADC untuk pengajuan penawaran, saya selalu menonton video cara kerjanya dan mengidentifikasi bahaya dan resikonya, atau kalau koneksi internet sedang jelek di kantor, saya bertanya ke engineer atau bahkan GM Konstruksi supaya identifikasi saya benar, yah walaupun tidak 100% tapi hampir mendekati.

Suatu hari saya datang interview dengan posisi safety officer di lapangan, saya optimis saya bisa menjawab pertanyaan yang menginterview saya, saya bisa menjawab hirarki pengendalian, teknik investigasi, cara pembuatan HIRADC, dan lain sebagainya. Setelah dia melihat CV saya dan jobdesc saya selama saya bekerja selama 11bulan, saya terkejut ketika dia mengatakan :

“anda lebih sering di kantor, anda hanya mengerjakan 90% admin dan 10%HSE anda tidak mengerti hse di lapangan seperti apa” katanya

Saya menjawab “mohon maaf pak, bukan saya bermaksud tidak sopan, tapi apa yang bapak katakan itu tidak 100% benar, banyak yang saya kerjakan selain urusan administrasi”

“HSE di kantor itu apa sih? Cuma paham urusan adminsitrasi, gampang lah itu, hse yang sesungguhnya ya di lapangan

Saya semakin emosi, saya diam. Kemudian saya menjawab

“maaf pak, kami di kantor membuat sistem, prosedur, dan guidance, dan juga tools untuk teman-teman di lapangan, yang dilapangan maupun di kantor itu bersinergi tidak ada yang lebih unggul, kita bekerja sama dibawah departemen QHSE”

Bapak tersebut menjawab “apakah ada pertanyaan untuk tahap berikutnya?”

Saya menjawab “tidak terima kasih, cukup”


Saya mengartikan kata-kata bapak yang menginterview saya bahwa HSE di lapangan itu adalah HSE sesungguhnya, sedangkan HSE di kantor yang merasakan AC, tidak perlu merasa kepanasan (saya kepanasan naik ojek dari kantor ke disnaker/kantor walikota) hanya mengurusi administrasi, tidak peduli mengerti keadaan di lapangan (padahal saya bantu supervisior saya untuk audit internal otomatis saya harus belajar kondisi lapangan juga) . sedih, sedih, saya pikir QHSE itu satu kesatuan departemen yang bekerja sama untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, menjaga kesehatan pekerja dan misi mulia lainnya. Tapi ternyata, masih ada juga yang merasa lebih unggul dibanding lainnya. 


Menjadi QHSE adalah pekerjaan mulia, terlalu jahat apabila membandingkan HSE AC dan HSE Non AC.

Tuesday, April 25, 2017

Oblivion,


This is the time when i realize i can not have what i want. I cant keep anything forever. This was started when one of my friend said that he will be resigned from my company. I was trying so hard (until now) to make him stay but i can not. He has his own life to live. Second time was my lover, he was leaving for the distance he said. They do love me, but i cant see the love from it, if they love they will stay. I keep blaming on them why are they leaving if they really love me and its hard to be away from me. Thats such a bullshit.

I remember why the guy on The Fault in Our Star said that his biggest fear is being oblivion, people will not remember anymore about our life. Well, i understand people come and go in our life, either they no longer needed us or we dont need them anymore. I know i am being so selfish to ask them for stay in my life forever, but is it too much to ask? Cant they stay a bit until im ready to be left?





I understand, really if they dont want to stay we dont have to make any effort to make them stay, if they need us they will come back. And i still hate saying goodbye to someone that i have been attached so much, i just dont want they to leave,  why cant we still like we used to be? Why cant we keep this forever? God is not fair, He make their life happier than me. But i do believe, there would be someone replace other that leave. But at this transition time no. i can not accept that they will be gone. I am afraid to be forgotten. 

Saturday, March 4, 2017

When Woman say No it Means No

Every relationship that i had previously i always said that "i will say what i want to say no matter you like it or not"
But sometimes dumbass boy doesnt understand what it really means. Once upon a day in fairy tale my boy ask me to send nudes, i said no.
He ask me two times in the second time he done it in really gentle way "baby can i have sexy picture of you? i really love you and bla bla bla" i cant remember the rest.
"I dont want to show it to you, stop asking or i would be so mad at you" I answer politely still
"but babe please, im begging" he said
"Dont you understand? I said no, no means no, It doesnt mean please convince me harder"

I blocked him after that.



Dear girls, if you dont want to do what you men ask to you then say it no. Kamu, para perempuan punya kekuatan untuk bilang tidak pada pasangan. Jangan takut untuk ditinggalkan, karena mereka sama sekali enggak pantas buat kamu. Kamu sama aja buang waktu untuk seseorang yang nggak menghargai kamu sebagai perempuan, perempuan itu bukan makhluk lemah, kita dan laki-laki diciptakan sama, dengan nama manusia. Ketika laki-laki bisa berkata tidak pada pasangan, tandanya perempuan bisa melakukan hal yang sama. Atas nama cinta mereka menipu kalian para perempuan untuk mengekspos tubuh kalian, melakukan hal-hal yang menjadi fetish pasangan kalian, kalian secara tidak langsung dilecehkan oleh pasangan kalian sendiri.

When it comes to sexuality, you can say no when you are not in the mood of having sex. Its normal, it called rape when your partner force to have sex with you. Ketika pasangan kamu terus memaksa kamu untuk melakukan hal yang tidak kamu sukai kamu tidak harus mengikuti apa yang pasangan kamu inginkan. Kamu punya suara, kamu bukan robot kamu manusia yang punya perasaan. Kamu berhak mengatakan apa yang kamu sukai dan apa yang tidak, kamu tidak harus tunduk pada lelaki, ini zaman milenial dimana di negara lain hak antara perempuan dan laki-laki sudah setara, di Indonesia ini laki-laki masih merasa bahwa perempuan hanya pantas berada di rumah, mengurus anak dan dapur.

Huh, semoga tidak bertemu lelaki seperti itu di masa depan nanti. Good luck ladies!

Saturday, October 22, 2016

Do what you love or Love what you do?

This question has been hanging for me for the past few months but right now i think i have found the answer..

For whom it may concern, my dear friends whom still confused finding the right path of your career, this is completely my sight, 100% you dont have to follow if you think this random post is useless or wrong.

I want to started when I found my real passion, my real love which is writing, i love doing this. That would be great when i get paid for my writing, my story and stuff. So I started to find a platform that could teach me about writing an article, blog and another writing stuff. 

But then I realized, when I got a job between my align major or my passion writing. I was thinking, that would be so easy if i did something i like everyday, but then I realize everytime post something on blog, it was based o what I think or what I feel, dont talk about passion, i am talking something i love, if i doing it by forcement of deadline 3 post a day, i would be dead. There will not be interesting about writing, writing wouldnt be more sexy. I will stop writing and started to hate it. There is no quality in post, i post or write based on deadline. How scary is that. You dont have something you like anymore. 

This is my random thought about what i love to do, of course there is no dream job out there, you will never found it. In the end job is used to hatred. Hahhaa dont get me wrong, sometimes you love sometimes you hate your job very much. But i want to keep something I love, so I can escape to it when I get stressed with my current Job, in the end its all up to you. Do what you love, or love what you do?

XoXo
Rosi

Tuesday, September 20, 2016

RANDOM THOUGHTS : Jangan takut, rezeki tidak akan tertukar!

Jangan takut, rezeki tidak akan tertukar!

Itulah yang saya tanamkan dalam diri saya saat melihat teman-teman update pekerjaan barunya di media social, tentu saja saya iri dan marah sama diri saya sendiri, apakah ada yang kurang dari CV saya?? Bukan bermaksud sombong atau bagaimana, skill saya berbicara, berorganisasi, berkomunikasi dan menulis lebih baik dibandingkan teman-teman saya yang sudah lebih dahulu diterima kerja.

Memang mencari pekerjaan tidak semudah membalikkan telapak tangan, sebelum saya bekerja di perusahaan saya sekarang saya beberapa kali mencoba melamar ke perusahaan besar maupun startup, dari yang sesuai dengan ilmu disiplin saya sampai yang melenceng dan tidak ada hubungannya dengan major saya, sangking saya sangat ingin bekerja dan tidak menambah beban Negara dengan menjadi pengangguran, apa mau dikata penolakan selalu jawabannya, dari mulai melamar pekerjaan online sampai offline saya pernah cicipi, melamar di sebuah website pencari kerja, mulai dari di view, not-suitable, sampai lamarannya expired alias tidak ada jawaban. Kalaupun ke jobfair saya hanya 5menit karena dipastikan jarang ada posisi yang sesuai dengan major saya. Yah mungkin memang pekerjaan tersebut bukan yang terbaik untuk saya.

Saya bertanya ke teman-teman saya yang sudah diterima kerja diberbagai perusahaan, model cv, resume, semua hal saya tanyakan, mungkin saya melakukan kesalahan sampai 2bulan saya melamar kesana kemari tidak kunjung mendapat jawaban atau bahkan panggilan interview sekalipun.
Saya sudah melewati masa ditanya tetangga, teman bahkan saudara saya kerja dimana, alasannya “baru kemarin wisuda hehe” tapi kehidupan dan penyiksaan sesungguhnya terjadi setelah ijazah keluar, mau pakai alasan apalagi??

Mau nggak mau saya semakin sering buka jobstreet, studentjob, dan website pencari kerja lainnya, semakin sering berdoa dan minta doa dari orang-orang terdekat.
Dan akhirnya, setelah 3minggu menyandang status pengangguran ada dua perusahaan yang menawarkan pekerjaan, yang satu startup dan yang satunya perusahaan besar. Puji Tuhan! Sebelum memilih pekerjaan saya yang sekarang ini saya galau selama 3hari, karena perusahaan tempat saya bekerja ini tidak kunjung memberikan kabar, saya galau dan belum pernah segalau ini di hidup saya, karena berbagai macam pertimbangan dan potensi kedepannya akhirnya saya memilih perusahaan sekarang saya bekerja ini.

Untuk teman-teman yang masih dan akan berjuang mencari pekerjaan, tetaplah berjuang. Jangan mengenal kata menyerah apalagi lelah, semua sudah ada yang mengatur. Dan Yang mengatur pasti memberikan yang terbaik untuk kalian, jangan kecewa jika ada penolakan, tetapi tetap berfikir positif bahwa itu bukan merupakan pekerjaan yang terbaik untuk kalian. Dan tips terakhir, selalu dikelilingi oleh orang-orang yang positif!


Stay positive!

Lots Of Love
Rosi

Friday, August 19, 2016

ROSI ON VACATION : COMPLETE GUIDE TO YOGYAKARTA 2D1N (plus itinerary)

Whats up! Kali ini saya akan menulis perjalanan setelah wisuda, ke Yogyakarta. Saya sudah merencanakan liburan ini bersama sahabat saya, kita berencana akan backpacking kesana. Jadi mau tau ceritanya gimana dua gadis bertualang di Yogyakarta? let's check this out!

Sebelum saya berangkat ke Yogya, saya terlebih dahulu merencanakan mau kemana dan bagaimana cara kita kesana, sempat terpikir untuk membawa motor dari Semarang ke Yogya tapi pasti itu adalah bad idea. Akhirnya kita memutuskan untuk sewa motor selama di Yogya untuk memudahkan akomodasi. Tapi ingat, hanya hari kedua, hari pertama kita keliling Yogya menggunakan TransYogya untuk meminimalisi budget akomodasi (karena fokus kita di makanan (dont judge)) . Untuk penginapan? Percayakan teman, saudara, atau siapapun yang kamu kenal di Yogya, pasti punya kan? yakali nggak punya orang yang bisa ditumpang selama di Yogya, karena terakhir saya check di website agoda, penginapan berbentuk dorm paling murah di Yogya adalah Rp 80.000,- wow cukup untuk membeli 2buah daster di Bringharjo. 
Untuk motor, berbekal Instagram kita contact semua sewa motor di Yogya dengan Hastag #SewaMotorYogya dan happy hunting! Kita ketemu dengan Mas Atiko, deal Ro 60.000,-/Hari waw belum dibagi dua dengan sahabat saya, bensin? Premium Rp 10.000,- cukup. Okay kita mulai ya!

Day One :

07.00 am Berangkat ke Yogya dari terminal bayangan Sukun Semarang, perjalanan kira-kira ditempuh selama 3jam, bayangkan 3jam. Ya saya memilih tidur, karena saya bangun jam 5 untuk make-up and stuff jadi ya lumayan.

10.00 am tiba di terminal jombor, kita langsung naik Trans Yogya menuju Prambanan, dan jangan lupa siapkan E-money or flazz atau semacamnya karena penting banget buat kamu yang travelling di kota yang sudah punya transportasi publik kayak Yogya ini. Kemudian kita naik 2A/2B saya lupa pokoknya nanti transit di terminal condong catur, kemudian naik 3B transit lagi baru deh naik 1A arah prambanan. Tips nih ya, sebenernya ada 1A dari Jombor langsung ke Prambanan tapi lama sekali nunggunya. Jadi naik aja seadanya tapi tanya dulu ya ke mbak/masnya.

11.30 am sampai di Prambanan, bohong. Hanya haltenya saja, jarak dari halte ke Prambanan sekitar 200m, ikutin aja arahnya. Keluar halte belok kiri kemudian luruuusss terus. Capek sih, tapi tenang banyak bule bule juga yang ikutan jalan kaki, jadi ya sekalian cuci mata hehe. Tiket masuk cukup Rp 30.000,- aja sudah bisa keliling candi prambanan. What I dont like about this temple adalah jarak pintu masuk ke Candi begitu dekat, tapi pintu keluar begitu jauh. Ya namanya juga marketing, jadinya kita harus lewat yang jual-jual souvenir Yogya deh oh ya ada rusa juga tapi sayang banget tempatnya gersang, kasian hewan-hewannya kepanasan. Ps: kalau mau beli oleh-oleh disini aja, soalnya lebih murah daripada Malioboro

 Prambanan 2016

With my BFF Nadia, dont forget your sunglasses !

12.30 pm kita memutuskan untuk kembali ke kota, jalan lagi dari Prambanan ke halte. Kita menolak naik becak karena kita mau sekalian makan siang disekitaran Prambanan, ada Sop Ayam Klaten, Chinese Food ya tinggal dipilih aja maunya apa. 

02.00 pm lanjut ke kota naik Trans menuju Malioboro, jadi kita langsung aja naik 1A ke Malioboro, kita udah capek jalan, jadi cuma ke Museum Benteng Vrederburg dengan harga Rp 2000,- kamu udah bisa mencoba Museum yang super canggih di pusat kota Yogya ini. Sambil nunggu meet up sama Mas atiko pemilik motor kita chill dulu aja di cafe indische, masih di sekitaran area Museum kok. Harga? Murah serius gak boong.

 Tiket Masuk Museum
04.00 pm menuju halte untuk ke terminal condong catur, kenapa condongcatur karena kita mau ke daerah Gejayan. Beberapa kali dioper sama Trans alias transit, akhirnya sampai terminal concat sekitar 2jam kemudian. Quick tips nih, sebaiknya kamu bener-bener pelajari banget jalur bus di Yogya karena kalo enggak kamu bakalan dibawa muter sampai bandara padahal jaraknya sangat amat dekat.
Setelah ketemu mas Atiko dan minta maaf karena telat 1jam akhirnya kita on the way daerah gejayan, karena sangat amat dekat hanya tinggal lurus dari terminal condong catur. Ya, kamu kalo suka ke Yogya dan suka banget kuliner tapi gak bikin kantong bolong coba aja telurusin daerah Gejayan ini, ini area kampus sih jadi makanannya murah dan enak. Hari itu saya memutuskan untuk makan di Nanamia Pizzeria, karena Authentic Italian Pasta for Rp 35.000 only? Du'uh

08.00 pm kita capek dan langsung kerumah tante saya untuk menginap. Rumah tante saya di dekat kampus UPN jadi hanya 10menit dari Gejayan. 

DAY TWO :

09.00 am berangkat kita ke Tamansari, bermodal Gmaps dan banyak nyasarnya karena kita berdua sama-sama sulit membedakan kanan dan kiri akhirnya sampai juga disana. Tiket Rp 5.000 aja sister.
Kita gak pake tourguide karena? mahal, jadi tips irit selanjutnya ikut aja rombongan besar terus dengerin deh apa kata Tourguidenya, hehehe. Jadi tamansari ini tempat mandi para selir Sultan, secara kita berdua princess, tak akan terlewat tempat seperti ini. Haha



10.30 am cuss ketemu teman saya Kiki di Tempo Gelato daerah Prawirotaman inisih Balinya Yogya guys jadi jangan kaget banyak Pub disana, ya karena ini tempat hitz gelato di Yogya jadilah sangat amat ramai sekali. Untuk rasa? saya pilih artemy !



12.00 pm its shopping time! Naik motor dan parkir di Mall Maliboro kemudian jalan ke Mirota kemudian Bringharjo, you know just girls things.Tips menawar di Bringharjo : 1. Cari toko yang jauh dari pintu masuk, kemudian memelas bilang "Saya dari Semarang, pingin beliin oleh-oleh tapi uang saya cuma sedikit" skill bahasa Jawa juga tolong dikeluarkan ya !

03.30 pm meluncur ke bakpia enak di Yogya bukan bakpia patuk ya ini ya agak modern dan lebih enak untuk saya personal namanya Kurnia Sari. 1 pack 40.000 aja. Lokasinya di kawasan ringroad, arah terminal Jombor. Bisa googling kan? eh

05.00 pm mengembalikan motor ke yang punya kemudian naik bus kembali ke Semarang


Well, I think that's it for this post. I really love Jogja more than Semarang I believe you guys have your own memories about this lovely city, so it was so pleasant to share my journey to you. Feel free to ask about this trip !

Lots of Love
XoXo
Rosi